SELAMAT DATANG DI BLOG NAYA

Senin, 26 Desember 2011

Indahnya kebersamaan bersama sahabat

Kebersamaan kadang tidak selamanya seperti rumput. Selalu setara, sewarna, dan segerak. Ada saja kekurangan di antara sesama mukmin. Karena umumnya manusia memang tidak bisa luput dari aib.

Tak ada gading yang tak retak. Itulah ungkapan sederhana yang memuat makna begitu dalam. Sebuah pengakuan bahwa setiap manusia punya kelemahan dan kekurangan.

Siapa pun kita, selalu ada ‘cacat’. Ada ‘cacat’ berupa ketidaksempurnaan fisik: rupa, penampilan, dan sebagainya. Ada juga ‘cacat’ berupa kelalaian.
Apabila kau ingin berteman, jangnlah krna kelebihannya,
krn mgkin dgn satu kelemahan, kau akan menjauhinya...
Andai kau ingin berteman, jgnlah krna kebaikannya, krena mgkin dgn satu keburukan,
kau akan membencinya...
Andai kau inginkan sahabat yg satu, jgnlah krn ilmunya, krn apabila dia buntu,kau mgkin akan menfitnahnya...
Andai kau inginkan seorg teman, jgnlah krn sifat cerianya,
krn andai dia tidak pndai menceriakan, kau mgkin akan menyalahkannya...
Andai kau ingin bersahabat, terimalah dia seadanya, krn dia seorg shabat, yg hanya manusia biasa... Jgn diharapkan sempurna, krn kau jg tidak sempurna, tiada sesiapa yg sempurna... Tapi bersahabatlah krn ALLAH

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Persahabatan turut ditakdirkan begitu. Bertemu, Berkenalan, Berpisah. Perjalanan masih panjang, perjuangan masih belum selesai. Yang menjadi Adat, yang patah tumbuh yang hilang berganti. Mudah-mudahan mendapat ganti teman yang lebih baik. Mudah-mudahan digantikan Allah sahabat yang lebih unggul. Kita hanya manusia, Allah jua yang berhak menentukan yang terbaik bagi kita. Tidak salah berusaha untuk mendapatkan yang terbaik.


Sahabat, kini kau sebahagian dari aku... Kau kini mendiami satu sudut di hati brsama mereka lain yg aku sayangi. Selamat tinggal utkmu..
Walau kutahu, putaran hidup akan sntiasa berlaku tatkala tiba masanya. Namun aku tahu, kita pernah bersua dlm satu lingkungan yg bernama sahabat.