SELAMAT DATANG DI BLOG NAYA

Minggu, 23 Oktober 2011

Cerita Anak

Luangkan Waktu Untuk Bintang Kecil

Anto adalah salah satu pegawai yang cukup sibuk yang bekerja untuk salah satu perusahaan swasta terkemuka, sehingga seringkali ia pulang kerja hingga larut malam. Suatu ketika Anto pulang kerja, ternyata Budi (anaknya) yang masih kelas 2 SD membukakan pintu untuknya, dan sepertinya Budi memang sengaja menunggu ayahnya tiba di rumah. “Kok kamu belum tidur?”, sapa Anto setelah mencium keningnya. Budi menjawab,“Aku memang sengaja menunggu ayah pulang karena aku ingin bertanya, berapa sih gaji ayah?”. “Lho, kok kamu nanya gaji ayah sih?”, “Nggak, Budi cuma mau tahu aja ayah..”, timpal Budi. Ayahnya pun menjawab, “Kamu hitung sendiri, setiap hari ayah bekerja 10 jam dan dibayar Rp.400.000, dan tiap bulan rata-rata ayah bekerja 25 hari. Hayoo.. jadi berapa gaji ayah dalam 1 bulan?”. Budi langsung bergegas mengambil pensilnya, sementara ayahnya melepas sepatu. Ketika Anto beranjak menuju kamar, Budi berlari mengikutinya.

Kemudian Budi menjawabnya, “Kalo 1 hari ayah dibayar Rp.400.000 untuk 10 jam, berarti 1 jam ayah digaji Rp.40.000 donk?”. “Pinter anak ayah sekarang ya.., sekarang kamu cuci kaki dan tidur ya”, jawab ayahnya. Tetapi, Budi tidak juga beranjak. Sambil memperhatikan ayahnya ganti pakaian, Budi kembali bertanya, “Ayah, boleh pinjam uang 5rb nggak?”. “Sudah, buat apa uang malam-malam begini?! Ayah capek, mau mandi dulu, sekarang kamu tidur!”, jawab ayahnya. Dengan wajah melas Budi menjawab, “Tapi ayah..”, ayahnya pun langsung menghardiknya, “Ayah bilang tidur!!”. Anak kecil itupun langsung berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Anto menyesali perbuatannya yang telah menghardik anaknya tersebut. Ia pun melihat kondisi anaknya tersebut. Dan ternyata, anak kesayangannya itu belum tidur. Ternyata Budi dilihatnya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000 di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala anaknya itu, Anto berkata, “Maafkan ayah ya nak. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kita beli ya. Jangankan minta 5rb, lebih dari itupun ayah kasih”. Budipun menjawab, “Ayah, aku nggak minta uang. Aku cuma mau minjem. Nanti aku kembalikan lagi setelah aku nabung minggu ini”. “Iya iya, tapi buat apa?”, tanya Budi dengan lembut. “Aku nunggu ayah dari jam 8 tadi, aku mau ngajak ayah main ular tangga. Cuma tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang, kalau waktu ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ternyata cuma ada Rp.15.000. tapi, karena ayah bilang ayah tiap 1 jam ayah digaji Rp.40.000, jadi setengah jamnya ayah digaji Rp.20.000. Uang tabunganku kurang 5rb, jadi makanya aku mau pinjam uang ayah 5rb”, jawab Budi dengan polos.

Anto pun terdiam, dan dipeluknya anak kecil itu erat-erat.. [the end]

Menurut saya itu adalah cerita inspiratif, karena fenomena tersebut bisa saja terjadi diantara kita. Apalagi sulitnya kehidupan sekarang ini membuat kita harus bekerja extra keras (tapi saya bisa membayangkan betapa lelah dan susahnya cari uang), hingga kadang-kadang kita lupa terhadap sesuatu hal, atau orang-orang yang membutuhkan keberadaan kita ditengah-tengah mereka.

Kebersamaan bukanlah apa-apa dibanding dengan segalanya. Namun, kebersamaan tidak dapat di tukar dengan segalanya yang telah kita miliki .

Semoga bagi yang pernah, atau memang sedang mengalami kondisi tersebut (dalam posisi sebagai orang tua) bisa membuka mata lebar-lebar dan segera menyadari bahwa ada orang yang membutuhkan kasih sayang, komunikasi, perhatian dan kebersamaan. Dan jika posisinya sebagai si anak, kalaupun memang memiliki orang tua seperti cerita inspiratif diatas, “Tetaplah berfikir positif”. Karena bagaimanapun orang tua kamu bekerja mati-matian adalah hanya untuk untuk keluarga (termasuk kamu). Tetaplah menjalin komunikasi, kedekatan serta keterbukaan dengan orang tua agar kamu tetap bisa merasa nyaman, serta kamu menganggap bahwa “Keluarga saya adalah keluarga yang terindah!”.

Disudut kamar kutenggelamkan diri

Bukan sejenak kutelantarkan diri. Terjerembab dalam duka dan tak tahu kemana
Entah jiwa ini berpaling ataupun tak mau mengerti. Namun ku tahu bahwa telah kuabaikan sosokku ini
Sebuah tanya terus saja menggoda. Takkala hati ini terus menanyakan sebuah asa
Yang diam diam merasuk ke dalam dada. Dan lambat laun ku takut akan binasa
Hentikanlah semua ini. Kau tahu dan kau tak mau tahu
Namun kalaupun itu semuannya adalah rasa ragu. Kuharap untuk gugur segera aku mengadu
Dalam ruangn ini aku terkungkung. Dengan darah yang mulai mengering di kerak dinding
Dan jariku yang terkelupas mulai menganga. Sekedar untuk mencari jalan keluar dari derita
Ku telantarkan diri ini sudah lama. Dan rasanya muak untuk terus saja terpelihara
Kuingin seorang tahu dan mau tahu. Dan dari kamu aku ingin rasa ini tahu
Jangan biarakan diri ini membusuk disini. Terkungkung dalam kubangan darahku sendiri
Yang menghiasi tiap jengkal dinding kamar. Yang mengerak menyuramkan diri
Di sudut ini kutenggelamkan diri. Dan dari sini mulai kupikirkan lagi
Sudah kutelantarkan diri lama sekali. Dan tolonglah aku untuk kembali berdiri.

Kamis, 04 Agustus 2011

KEUTAMAAN PUASA

Sesungguhnya ber-Puasa dibulan Ramadhan itu memiliki keutamaan yang banyak dan tidak terhingga, diantaranya:
1. Puasa adalah Perisai atau Tameng bagi seseorang dari Neraka dan perbuatan Maksiat.
Karena itu Rasulullah SAW memerintahkan orang yang memiliki syahwat yang bergejolak dan ia belum mampu menikah, untuk berpuasa. Sebab, dengan puasa akan menurunkan gejolak syahwat yang meluap-luap sehingga menurunkan pula potensi terjadinya maksiat.

Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai pemuda, siapa yang memiliki kemampuan di antara kalian untuk menikah, maka menikahlah, karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Akan tetapi, bagi yang belum mampu, hendaknya ia berpuasa, karena puasa itu perisai baginya”.  (HR.Bukhari dan Muslim).

Sebagaimana ia adalah perisai dari perbuatan maksiat, ia juga perisai seseorang dari panasnya api neraka. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak seorang hamba pun berpuasa satu hari di jalan Allah kecuali Allah akan akan jauhkan wajahnya dari neraka sejauh 70 tahun perjalanan dengan sebab puasanya itu. (HR.Bukhari dan Muslim).

2.  Puasa dapat Mengantarkan seseorang masuk Surga.
Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu berkata,”Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku amalan yang bisa menyebabkan aku masuk surga.” Beliau bersabda, “Berpuasalah, tidak ada yang semisal dengannya”. (HR.An-Nasai) .

3.  Orang yang berpuasa dibalas dengan Pahala yang Tidak Terbatas.
Nabi bersabda, “Allah berfirman, “Seluruh amalan anak Adam dilipatgandakan; satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya, sampai 700 kali lipat.” Dan Allah berfirman, “Kecuali puasa, karena itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR.Muslim).

4. Orang yang ber-Puasa akan mendapatkan 2 (dua) Kebahagiaan.
Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan; kebahagiaan tatkala ia berbuka dan kebahagiaan tatkala ia bertemu dengan Rabbnya.” (HR.Bukhari dan Muslim).
Kebahagiaan bertemu Allah adalah kenikmatan tertinggi di surga, dapat bertemu dan melihat Allah secara langsung.
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Shuhaib r.a. berkata: "Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud: "Apabila ahli syurga telah masuk kesyurga dan ahli neraka telah masuk keneraka, maka ada seruan: Hai ahli syurga, Allah akan menepati janji-Nya kepada kamu. Mereka berkata: "Apakah itu, tidakkah Engkau telah memberatkan timbangan amal kami dan memutihkan wajah kami dan memasukkan kami kedalam syurga dan menghindarkan kami dari neraka (adalah nikmat yang besar) ?. Maka Allah membukakan bagi mereka hijab sehingga mereka dapat melihatNya, demi Allah yang jiwaku ada ditanganNya belum pernah mereka diberi sesuatu yang lebih senang daripada melihat (bertemu) zat Allah."

5. Mendapat Pintu Surga Khusus orang ber-Puasa yang dinamakan AR-RAYYAN.
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang dinamakan Ar-Rayyan, orang-orang yang berpuasa akan memasuki surga melaluinya".  (HR.Bukhari dan Muslim).